Loading...

Sleep Apnea Pada Kondisi Hamil Dapat Membahayakan Ibu dan Bayi

By On Sunday, December 10th, 2017 Categories : Kehamilan
Loading...

Sleep Apnea Pada Kondisi Hamil Dapat Membahayakan Ibu dan Bayi Wanita yang mengalami masalah susah tidur(Sleep apnea) ketika sedang hamil dapat mengalami peningkatan resiko yang kurang baik dalam kesehatan baik untuk diri sendiri ataupun bayi yang dikandung.

Sebuah studi menunjukkan, bayi yang lahir dari seorang ibu yang mengalami susah tidur lebih mungkin masuk ke dalam unit perawatan intensif kelahiran dibanding ibu yang tidak mengalami kondisi tersebut. Biasanya ibu yang mengalami masalah ini adalah ibu yang mengalami obesitas.

Selain itu juga, seorang ibu yang susah tidur juga memungkinkan terjadinya  preeclampsia suatu kondisi dimana tekanan darah menjadi tinggi selama kehamilan sehingga membawa keadaan dimana harus melakukan operasi caesar ketika melahirkan.

Sebenarnya ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi susah tidur selama kehamilan seperti yang dikatakan oleh peneliti Dr Judette Louis, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di University of South. Florida.

Orang dengan pengalaman sleep apnea jeda dalam bernapas selama tidur mereka. Dengan susah tidur obstruktif, jeda terjadi karena pernapasan yang tersumbat. Obesitas meningkatkan risiko untuk susah tidur obstruktif karena jaringan lemak ekstra dapat mempersempit di dalam tenggorokan, menurut National Heart dan Blood Institute.

Penelitian Dilakukan

Dalam studi baru, para peniliti menganalisis informasi dari 175 ibu hamil obesitas yang diuji untuk susah tidur obstruktif di rumah dengan menggunakan perangkat portabel.

Sekitar 15 persen dari peserta memiliki apnea sleep obstruktif. Mereka dengan susah tidur ( sleep apnea) lebih mungkin untuk menjadi lebih berat, dan memiliki tekanan darah tinggi kronis dibandingkan mereka yang tanpa sleep apnea.

Di antara mereka yang sleep apnea, sekitar 65 persen diperlukan C-section, sementara 33 persen dari mereka tanpa syarat yang diperlukan operasi. Selain itu, 42 persen dari mereka dengan sleep apnea memiliki preeklamsia, dibandingkan dengan 17 persen dari mereka yang tidak sleep apnea. Tingkat kelahiran prematur juga tidak jauh berbeda dengan kondisi ini.

Persentase bayi yang baru lahir membutuhkan masuk ke NICU adalah 46 %  untuk ibu dengan sleep apnea dibandingkan dengan 18%  bagi mereka tanpa sleep apnea. Banyak dari mereka yang mengalami sleep apnea karena kesulitan dalam pernapasan.

Tingkat yang lebih tinggi dari penerimaan NICU untuk bayi yang lahir dari ibu dengan sleep apnea mungkin karena tingkat yang lebih tinggi dari C-section dalam kelompok ini.

Solusi

Cara terbaik untuk mengurangi risiko yang datang dengan obesitas-terkait sleep apnea adalah dengan cara mengobati obesitas sebelum menjadi wanita hamil, meskipun menurunkan berat badan sering sulit. Karena penelitian ini hanya mencakup wanita gemuk, itu tidak jelas apakah sleep apnea bisa memiliki efek yang sama pada wanita yang tidak obesitas.

Studi ini diterbitkan online hari ini (September 20) dalam jurnal Obstetrics & Gynecology.

Kesimpulannya

Bayi yang lahir dari ibu obesitas dengan apnea tidur akan meningkatkan risiko untuk masuk ke NICU.

Jadi berhati2lah untuk ibu yang mengalami sleep apnea yang berhubungan dengan obesitas. Turunkan terlebih dahulu berat badan anda jika anda merencanakan untuk hamil. Hal ini untuk mencegah terjadi nya sleep apnea pada saat kehamilan.

Loading...
Sleep Apnea Pada Kondisi Hamil Dapat Membahayakan Ibu dan Bayi | Peterpan | 4.5