Loading...

Kenali Kenapa Anak Belum Bisa Ngomong ?

By On Sabtu, Desember 16th, 2017 Categories : Keluarga

Kenapa anak belum bisa ngomong ? Seperti perkembangan fisik, kemampuan bicara anak juga terus bertambah seiring dengan pertambahan usianya. Kemampuan ini penting agar si kecil tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan nya kelak. Di usia sekolah kemampuan bicara anak juga berpengaruh pada daya serapnya terhadap informasi atau pelajaran.

Loading...

Umumnya, anak mulai bicara, dalam arti kata yang diucapkan sesuai dengan maksudnya, pada usia satu tahun. Di usia tersebut ia baru mampu mengucapkan 1 atau 2 kata, seperti mama atau papa. Namun di dalam memorinya, ia sudah memiliki 50 kata. Hanya saja kata-kata tersebut belum bisa ia rangkai ke dalam frase atau kalimat yang jelas. Kemampuan itu baru ada ketika usianya mencapai 18 bulan yang terus meningkat seiiring dengan pertambahan usianya.

Sambil belajar menyusun kalimat hingga membentuk cerita yang utuh, anak anda juga terus menyerap kata-kata baru untuk memperkaya kosakatanya. Pada masa belajar bicara dan merangkai kata, wajar saja jika bicara si kecil tidak jelas dan kurang lancar. Pada rentang usia 18 bulan hingga 3 tahun, ketidaklancaran berbicara masih dianggap normal sebagai usaha seorang anak untuk belajar berbicara.

Namun ada kalanya diatas usia tersebut seorang anak masih mengalami kesulitan berbicara. Jika kesulitan itu terus berlangsung sampai usianya di atas 4 tahun, sebaiknya anda waspada. Kemungkinan si kecil mengalami gangguan yang memerlukan perhatian dari anda. Penyebab Gangguan anak belum bisa ngomong tersebut antara lain :

1. Gangguan bahasa ekspresif (expressive language disorder)

Anak yang mengalami ini kesulitan untuk menyampaikan informasi  atau mengekspresikan bahasa baik melalui kata-kata, tulisan atau bahasa tubuh. Sebagian gangguan ini tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun anak dengan masalah kesehatan ( down syndrom, kehilangan pendengaran) trauma atau genetik sangat mungkin mengalaminya.

2. Gangguan fonologis (phonological disorder)

adalah anak yang mengalami hambatan dalam mengeluarkan bunyi huruf atau kata tertentu. Ada 3 penyebab masalah ini, fisik (misalnya sumbing), masalah saraf di rongga mulut yang lemah dan sebab yang tidak diketahui.

3. Gangguan bahasa campuran ekspresif dan represif ( mixed receptive-expressive language disorder)

Anak yang kesulitan memahami suatu bahasa atau informasi dan mengekspresikannya kembali.

4. Gagap (stuttering)

5. Gangguan komunikasi lainnya (communication disorder NOS)

Umumnya gangguan ini tidak bisa diketahui jelas penyebabnya.

Nah diantara banyak keterlambatan berbicara yang paling sering dijumpai adalah gagap, yaitu hambatan kelancaran bicara. Cirinya adalah adanya pengulangan atau pemanjangan bunyi, suku kata atau kata, serta blocking, misalnya makan menjadi mmmaaa … kan. Namun demikian, bukan berarti gangguan bicara ini yang paling banyak di alami anak-anak, tapi karena gagap paling mudah dikenali.

Jika gejala gagap ini ditemui pada anak yang berusia 3 tahun dan tidak berlangsung  terus-menerus lebih dari 6 bulan, sebenarnya anda belum perlu khawatir karena belum tentu ia mengalami gagap. Di usia ini, anak-anak cenderung mudah mengatasinya dengan bantuan orangtua atau lingkungan sekitar melalui pembelajaran bahasa dan bicara yang benar.

Oleh karena itu, orang tua tetap perlu mengontrol perkembangan bicara anak dan melatih kemampuan bicara mereka secara perlahan. Lain hal nya jika hal ini dijumpai pada anak berusia 4 tahun ke atas yang telah di latih bicara secara baik, tetapi tidak mengalami peruahan. Bicaranya tetap terbata-bata. Si kecil juga terlihat berusaha keras menggerakan otot wajah atau mulutnya. Jika hal ini terjadi, barulah anda patut waspada karena si kecil mengalami gagap.

Hal yang menyebabkan kenapa anak belum bisa ngomong yang beresiko gagap antara lain :

1. Histori keluarga

Jika ada anggota keluarga yang mengalami gagap, si kecil memiliki risiko mengalami gagap yang lebih besar.

2 Perkembangan anak

Jika si kecil memiliki masalah bicara lain, seperti keterlambatan bicara ia juga memiliki kemungkinan gagap lebih besar dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami masalah bicara sama sekali.

3. Neurofisiologi

Permasalahan pada fungsi saraf yang memengaruhi interaksi antara otak dan otot yang mengontrol bicara

4. Lingkungan

Adanya trauma, baik fisik maupun emosional yang membuat si kecil cemas. Umumnya, trauma ini menyangkut pola asuh orang tua, lingkungan, maupun situasi di sekolahnya.

Anak yang berbicara secara gagap memang mengkhawatirkan. Anda tidak perlu panik jika si kecil mengalaminya. Banyak hal bisa anda lakukan untuk mengatasinya. Sebelum membawanya ke dokter atau psikolog, anda pun bisa menolongnya dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Untuk info lebih lengkap tentang keterlambatan bicara dapat anda baca di IDAI.

“Mereka butuh situasi atau lingkungan yang nyaman dan menyenangkan untuk berbicara, meminimalkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi pembicaraan, tidak menekan atau mengkritik cara bicara mereka dan mau mendengarkan mereka bicara dengan penuh perhatian. Kenyamanan akan membuatnya percaya diri sehingga mampu mengunngkapkan segala sesuatu dengan lancar.

Kenali Kenapa Anak Belum Bisa Ngomong ? | Peterpan | 4.5