Loading...

Cara Menangani Mual Saat Hamil Secara Benar

By On Monday, December 4th, 2017 Categories : Kehamilan

Tanda-tanda adanya kehamilan memang diawali oleh adanya mual atau ingin muntah dan mual saat hamil tersebut ternyata tidaklah semua wanita merasakannya. Menurut penelitian yang terpercaya, setidaknya hanya ada 70 % wanita bisa merasakannya.

loading...

Rasa mual tersebut memang wajar, namun yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai berlebihan mengalaminya. Akibat yang ditimbulkan yaitu dehidrasi yang nantinya akan sangat mempengaruhi kesehatan sang ibu dan janin.

Ciri-ciri Utama Mual Saat Hamil yang Berlebihan

Rasa mual saat hamil juga dapat diistilahkan dengan emesis gravidarum. Rasa mual ini akan dirasakan oleh wanita yang hamil di awal-awal kehamilannya terutama di 8-12 minggu. Dan rasa mual tersebut akan mulai mereda ketika memasuki umur 16 minggu kehamilannya.

Akan tetapi perlu anda ketahui bahwa ada beberapa ibu yang masih terus merasa mual hingga umur 9 bulan kehamilannya. Mual saat hamil yang dirasa berlebihan memang seharusnya terus mengonsumsi makanan agar tubuh tidak terlalu lemah, namun jika tidak maka akan merasakan Hiperemesis Gravidarum. Setidaknya ada 3 tahap yang dirasakan calon ibu ketika mual saat hamil secara berlebihan.

  1. Tingkat 1. Secara berkontinyu muntah hingga merasa lemas, nyeri ulu hati, BB turun, makan tidak bernafsu.
  2. Tingkat 2. Tubuh semakin lemas, hembusan nafas berbau aseton, mata mulai cekung, mengeriputnya kulit, apatis.
  3. Tingkat 3. Mengalami turunnya kesadaran ibu hingga koma.

Penyebab Utama Mual Saat Hamil

Jika kita telaah bersama-sama mengenai penyebab mual saat hamil tentu tidaklah hanya ada satu penyebab saja melainkan banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Berikut adalah beberapa penyebab mual saat hamil menurut hasil penelitian yang terpercaya.

  1. Hormon Estrogen yang meningkat produksinya. Alhasil yang dirasakannya adalah tingkat keasaman lambung juga meningkat tajam. Ketika sang calon ibu terlambat makan maka yang terjadi adalah mual.
  2. Human Chorionic Gonodotropin (HCG). Plasenta atau bisa disebut ari-ari adalah penghasil utama HCG ini. Rasa mual akan terjadi ketika hormon tersebut mulai meningkat. Namun ketika fungsi plasenta sebagai penyalur makanan berhenti maka rasa mual yang dialami juga akan berhenti secara otomatis.
  3. Villi Korialis. Villi Korialis bisa disebut sel-sel pembentuk plasenta yang tempatnya di bagian dinding-dinding rahim sang calon ibu. Pada awal kehadirannya, sel-sel plasenta tersebut memang langsung ditolak oleh tubuh karena dianggap sesuatu yang asing. Rasa mual sendiri dikarenakan adanya reaksi imunologik yang timbul dari sel-sel plasenta tersebut.

Mual Saat Hamil dan Cara Menanganinya

Rasa mual yang berlebihan tentu sangat membahayakan tubuh sang calon ibu. Ketika sudah ditangani dengan cara memeriksanya ke dokter dan diberikan pengobatan yang intensif, hal tersebut belum bisa menyelesaikan permasalahan. Yang perlu diperhatikan adalah konsumsi makanan yang harus diatur sedemikian rupa. Berikut adalah cara mengatur makanan yang dikonsumsi ketika mual saat hamil.

  • Makan dalam porsi yang cukup kecil hingga sedang. Jangan sampai perut kosong.
  • Menghindari konsumsi makanan ketoprak, sate, siomay, asinan, dan gado-gado. Jenis-jenis makanan tersebut dianggap bisa mengembungkan perut dan membuat perut terus merasa lapar.
  • Hindari kopi dan cuka.
  • Konsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi.
  • Makanan atau minuman yang disajikan sebaiknya dalam keadaan masih hangat.
  • Hindari makanan seperti sayur nangka, nangka, ketan, sayur asem karena dapat membuat iritasi lambung.

Mungkin hanya ini yang bisa dijelaskan mengenai apa saja yang perlu diperhatikan ketika mual saat hamil. Dari beberapa penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa ketika mual saat hamil perlunya memerhatikan kesehatan dan juga makanan yang dikonsumsinya.

Karena semua calon ibu tentu ingin sekali memiliki tubuh yang sehat dan juga janin yang sehat pula. Semoga pembahasan ini berguna bagi anda yang sedang merasakannya.

loading...
Cara Menangani Mual Saat Hamil Secara Benar | Peterpan | 4.5